Posted by: 3sksoviayandri | February 19, 2009

Falling in roof

Memory at kost-kostan Wader, Bandung Jawabarat

Pada suatu hari, di pagi yang indah berseri. Kala sang mentari mulai nampak memunculkan sinar kemerahannya yang memberi kehangatan, seperti senyum yang memberi arti . cerita ini di mulai . Dengan senandung riang saya pergi ke atap rumah kos-kosan saya kala itu, dengan niat untuk menjemur baju yang nampaknya sudah lama terendam di ember cucian ( he … he, dulu pas saya kuliah en ngekos, kalo rendem baju cucian suka kelupaan buat nyucinya, eh tau-tau dah menyebar bau yang gak enak aja di seantoro kos-kosan ,,ternyata bau apek dari rendeman cucian baju qu) . kulihat tali jemuran . A ha …, belum banyak yang menjemur tuh, jadi banyak peluang buat baju qu untuk berjemur ria … sambil terus bersenandung, menyanyikan lagu yang saya lupa ( misteri hilangnya ingatanku dalam menyanyikan lagu ??? ) … ku lanjutkan kegiatan menjemur baju tersebut. Dan kala kulihat kebawah atap seng itu . A ha …, kulihat kelap-kelip bintang diangkasa … ho … ho … ngawur ah. Balik lagi deh . A ha …, kulihat ada koin uang recehan 500 rupiah bertengger di atas atap seng kos-kosan, mengkilap terkena pantulan sinar mentari pagi… Seketika itu akupun, bersemangat dan berteriak . “Oi … oi …. ada uang 500 ntu di atas atap” . teh uni ( temen sekosan ) , yang kebetulan belum berangkat kuliah juga dan lagi di atas pula … ikut bersemangat . lalu kukatakan “akan kuambil uang receh tersebut yo” … ( sebelum-sebelumnya saya juga pernah naek ke atas atap seng juga seh, mengambil beberapa barang yang terjatuh, seperti jemuran baju yang jatuh, dan perangkat alat solat – hi ..hi.. mangnya mo ijab kabulan nikah opo ya – … dan kala itu oke, oke aja, dan sukses selamat ) … Teh uni pun berkata “Oke, akan kutunggu engkau di atas sini de … “ . Dengan demikian, dengan berbekal semangat untuk mengambil ntu uang receh …, saya pun turun tanpa keraguan menuju atas atap seng kos-kosan tercinta qu itu … dan apa yang terjadi selanjutnya ????? …- pada langkah pertama, saya sukses melalui jalur yang dulu pernah saya lewati, kemudian langkah selanjutnya, saya aga ragu sedikit … apakah saya perlu mengorbankan diri untuk melanjutkan perjalanan saya, hanya untuk 500 rupiah tersebut . Akhirnya dengan mengambil keputusan yang bulet dan pemberian semangat yang tak kunjung pudar dari teh uni … saya pun melangkahkan kembali dengan mantap, langkahku ke depan menuju uang receh 500 tersebut . dan Jreenggg …. Gubrak, jebollah atap seng yang ku injak, dan saya sukses mendarat di bak kamar mandi yang besar dengan kondisi basah kuyup ( asli inimah beneuran diambil dari true story ) … saya sempat hilang kesadaran dan merasa saya sedang berada di bawah laut yang dalam dan terseret pada lautan pasifik, dan nyasar ke antartika, “ …. blep …blep .. blep … help … help, tulungan atuu euy …” dalam hati saya berbicara . kemudian dengan wajah yang sangat kebingungan saya tengok kanan kiri, mimpikah aku …. A … ha , ternyata tidak, ini adalah sebuah kenyataan yang perlu ku hadapi dengan penuh keikhlasan ( sembari langsung sieun tea, mikirin ibu kost, seraya membayangan wajahnya yang … WAAAAAAA, ga kebayang deh ) . Teh uni, langsung turun ke bawah, dan panik tak terkira … “ sk, kumaha- kumaha ? teu kunanaon … “ . Saya Cuma termangu, dan diam untuk beberapa saat, kemudian berkata “ tadi, kaya tenggelem di laut deh “ . Woa… kemudian berdatanganlah ibu kost, anaknya, dan bapak kost ( yang di kosan kala itu cuma ada teh uni sama saya doang yang laen dah berangkat kuliah ) … dengan wajah yang panik dan histeria dan bengong juga ( mungkin dalem ati berkata : qo bisa ya ???? ) . Wuih …. dengan kondisi yang basah kuyup dan kesadaran yang belum penuh ( jatuh pada ketinggian  2 stengahan meter bo ) … teh uni langsung menuntun qu kekamar, en nyuruh ganti baju … dan langsung bertindak seperti perawat yang penuh welas asih. Tangan masih ngaderegdeg ( gemeteran maksudnya ) … kucoba menyusun kembali ingatanku, kenapa bisa ampe nyebur ke bak kamar mandi ya ??? .. Finally, alhamdulillahnya, ibu kos gak marah euy … malah yang ada ternyata panik en cemas pisan ngeliat saya yang jatuh itu …. ( kalo di inget-inget lagi, nampak culun amat ya, demi 500 rupiah aja ku rela menjatuhkan diri pada atap seng ) . dan untungnya, gak di suruh gantiin ntu atap . dan untugnya lagi jatuh tepat di bawah bak kamar mandi yang besar, bukan yang kecil tow langsung jatuh ke lantai, wah, gak kebayang deh ) . Oh, ternyata ibu kos ku kala itu, memiliki kebaikan hati yang begitu mendalam …. hoek … hoek …. dan selama kurang lebih 2 hari atap kos-kosan bolong, melompong deh …., dan kala malam kita bisa melihat angkasa raya yang biru dengan sebebas-bebasnya dari dalam rumah kosan . dan temen sperjuangan di kos-kosan pada melohok ketika mereka pulang kuliah .. dan berkata Qo bisa ??????


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: